Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

Makan Bunuh

Yakobus mendatangi rumah temannya Matius yang baru saja datang dari pedalaman. Kedatangan Yakobus ke rumah taman lamanya itu untuk mengajaknya kesebuah pesta yang diadakan di desa seberang.

“Matius, kau segeralah bersiap”, ujar Yakobus.

“Hendak kemana aku kau ajak, Bus?”, tanya Matius.

“Di desa seberang sana, ada pesta yang meriah. Kita makan bunuh di sana!”.

Makan Bunuh adalah ungkapan di Papua yang berarti makan yang banyak atau makan sepuasnya kalau perlu sampai tidak bisa berjalan lagi, makan sebanyak mungkin hingga muntah-muntah.

Namun Matius menanggapinya dengan berbeda. Makan, setelah itu saling BUNUH pikirnya.

“Baiklah Bus, tunggulah aku sejenak”, ujar Matius.

Maka diasahnya parang panjang yang dibawanya dari kampung. Dicobanya parang tersebut dengan membelah sehelai ramputnya. Ting… BERES!!! katanya dalam hati. “Ayo kita berangkat!”, ujarnya sambil berjalan keluar dari rumah.

Matius sangat terkejut ketika sampai di pesta itu melihat begitu banyaknya orang. Ketika tuan pesta mempersilahkan tamunya untuk menikmati makan malam yang sudah di siapkan. Tanpa membuang waktu, kedua sahabat itu langsung menikmati hidangan dengan lahapnya.

Setelah semua undangan menikmati makan malamnya, Matius dengan gagah berani menaiki meja sambil menghunuskan parang panjangnya sambil berseru “HAYO… SIAPA YANG KERAS DI SINI… MAJU!!!”. Spontan saja semua tamu undangan panik bukan kepalang.

Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: