Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

Istriku

mace

Istriku

Maria Regina Lian, seorang perempuan keturunan China yang lahir di kota hujan Bogor pada 23 September 1977 ini menjadi pilihan saya sebagai pendamping hidup. Tertemuan kami terasa cukup unik, tidak seperti beberapa perempuan yang pernah singgah di dalam hati saya ;). Kebanyakan dari mereka sudah saya kenal sebelumnya, dengan kata lain semua berawal dari “berteman”. Lian demikian biasa ia dipanggil berbeda…

Sejak pandangan pertama kami di Dunkin Donat Kalibata Mall pada tahun 1997, saya langsung jatuh hati padanya. Apakah dia memiliki perasaan yang sama kepada saya saat itu, saya tidak tahu. Yang jelas, dia tidak tahu kalau kemana pun dia pergi saya membuntutinya pada siang hingga sore itu.

Rupanya kami berjodoh, pertemuan kami selanjutnya tidak pernah saya rencanakan. Saat itu saya naik KRL Ekonomi Bogor – Jakarta dari Stasiun Pondok Cina Depok. Secara tidak sengaja kami berada di dalam satu gerbong. Rupanya dia sudah berada di dalam gerbong itu ketika KRL menginggalkan Bogor. Disitulah kami mulai dengan percakapan-percakapan ringan, dan berbagai macam jurus-jurus untuk menaklukan wanita saya keluarkan. Rupanya….. “BERHASIL… BERHASIL… BERHASIL… HORRREEE!… Indikator keberhasilan saya adalah kami berhasil membuat kesepakatan untuk berjumpa kembali esok hari.

Demikian perjumpaan demi perjumpaan kami lalui. Namun masih ada satu hal yang belum saya ketahui. Alamat RUMAHNYA… Dia sangat tertutup dengan yang satu itu. Saya tidak pernah diijinkan untuk mengantarkannya pulang. Paling jauh sampai di Pomad – Ciluar. Hal ini justru membuat saya semakin penasaran. Hingga suatu saat, ketika saya mendapatkan telepon darinya untuk membatalkan janji karena neneknya menginggal dunia saya jadikan itu sebagai kesempatan untuk mencarinya. Sebernarnya saya sudah menyampaikan kepadanya tentang rencana kedatangan saya, namun ditolaknya mentah-mentah… “Bapak dan kakak-kakak saya galak-galak, saya tidak mau kalau terjadi apa-apa dengan kamu nanti”, demikian kilahnya. Apa saya berhenti sampai disitu? TIDAK!!!

Pomad-Ciluar tujuan saya. Sesampainya saya di sana, perintah kepada sang ojek untuk mengantarkan saya ke rumah duka saya lontarkan. Akirnya… BINGGO… Bukan Ferry namanya jika tidak dapat menemukan rumahnya. Memang saat itu saya tidak masuk ke dalam rumah, saya hanya duduk di halaman rumah. Dia sempat saya lihat dari kejauhan duduk di samping jenazah neneknya. Sementara semua keluarga lainnya tidak menyadari siapa saya.

Setelah melalui masa 40 hari meninggalnya nenek kesayangannya, baru saya beranikan diri untuk muncul di rumahnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Kesan GALAK sama sekali tidak tampak dari kedua orang tuanya. Saya diterima dengan baik, bahkan oleh kedua kakak laki-lakinya. Sungguh tidak seperti yang dia sampaikan kepada saya.

Ketika hubungan kami memasuki usia 1 tahun, barulah kami mulai membicarakan tentang masa depan kami. Sekali lagi saya memberanikan diri untuk melamar anak gadis satu-satunya milik keluarga Tjia Yan Seng. Tahukan anda… bahwa semuanya berjalan lancar-lancar saja. Hanya satu permintaan keluarga, orang tua saya harus datang untuk meminang putri mereka.

Pernikahan kami berlangsung pada 5 Mei 1998, tepatnya beberapa minggu sebelum Pak Harto lengser dari kursi nomor 1 di republik ini. Awal dari kehidupan rumah tangga kami diwarnai degan pecahnya kerusuhan Mei 2007 di Jakarta. Bahtera kehidupan rumah tangga kami didampingi dengan naiknya harga 9 bahan pokok.

Kini kami telah dikarunai dengan dua anak laki-laki. Sehat, kompak, usil, bandel, nakal, pintar, cengeng, suka berantem, suka ngutak-atik komputer, tv, radio, motor, mainan, dsb. Namun mereka adalah titipan Tuhan kepada kami berdua. Terpujilah Allah di surga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: