Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

Damian Desmonda Lase

Damian Desmonda Lase

Damian Desmonda Lase

Putra kedua kami yang lahir pada 12 Desember 2000, diberi nama oleh kedua orang tua saya “Damian Desmonda Lase”. Damian diambil dari nama seorang pastor yang mengabdikan dirinya kepada para penderita kusta yang diisolasikan di pulau Molokai – kep. Hawai pada 10 Mei 1873 hingga wafatnya pada 15 April 1889. 16 tahun ia hidup melayani para penderita kusta yang pada saat itu dipercaya telah menerima kutukan dari Tuhan. Wafatnya pun disebabkan oleh karena kusta yang dideritanya. Desmonda entah dari bahasa apa, namun kata orang tua saya Desmonda berarti “Kesayangan Tuhan”. Nama ini diperoleh dari sebuah buku milik orang tua saya.

Berbeda dengan Bagas, Damian tidak dapat saya prediksikan jenis kelaminnya ketika masih dalam kandungan. Begitu banyak nama yang telah saya persiapkan, namun semuanya mentah karena ketidakyakinan saya akan jenis kelaminnya. Pernah terlintas bahwa ia berjenis kelamin perempuan, sehingga saya menyiapkan nama Caritawati (Carita adalah nama sebuah tempat wisata di Banten). Selama proses kehamilan istri saya kami tidak pernah mau melakukan USG hanya untuk melihat jenis kelamin anak kami. USG dilakukan hanya untuk melihat kondisi dan keadaan anak dalam kandungan saja.

Proses kehamilan yang cukup dekat dengan kelahiran Bagas (1 thn) kami rahasiakan dari kedua orang tua saya. Maklum… mereka sangat memperhatikan soal jarak kelahiran. 11 Desember 2000, hari yang kami nantikan datang juga. Melalui proses persalinan yang terbilang cepat, Damian kecil lahir normal tanpa kekurangan suatu apapun. Saya merasa bersyukur karena dapat mendampingi istri dan melihat langsung proses persalinan. Proses pendampingan seperti ini tidak dapat dilakukan oleh kebanyakan calon ayah loh….

Begitu lahir, walaupun masih dalam keadaan basah saya segera menempelkan HP Motorolla V90 ke mulut kecil yang terus menangis keras. Nomor yang saya dial adalah nomor rumah orang tua saya di Jayapura. Mama yang menjawab panggilan telepon itu, terheran-heran mendengar suara tangisan bayi yang baru lahir. Setelah mendengarkan suara tangisannya, barulah saya bicara, “Ma, suara ini adalah suara adiknya Bagas”. “Anak kurang ajar!!! Kalian ini sudah seperti kelinci saja!!!”, itu respons pertama yang keluar dari mulut mama. Ha… ha… ha…, kelinci adalah binatang yang tingkat reporduksinya tinggi (gila, gua disamakan dengan kelinci).

Mengetahui karena saya belum memperoleh nama untuk bayi ini, mama meminta waktu untuk mencarikan nama baginya. 15 menit kemudian HP saya berdering, +6296782xxx nomor rumah orang tua saya di jayapura. “Damian Desmonda Lase”, dari ujung sana terdengan suara mama manyampaikan nama bayi kami. Tanpa banyak bicara, saya pun menyetujuinya. Nama yang bagus kan…

Kini Damian sudah duduk di kelas II SD. Sama seperti kakaknya ia pun mampu berprestasi bagus di kelasnya. Namun ia memiliki sifat yang sungguh berbeda, sifat yang tidak pernah saya jumpai dalam keluarga saya. Damian begitu biasa kami sapa, sangat tempramental. Kata orang Papua “Sumbu Pendek”. Sangat eksplosive dalam menyampaikan ekspresi dirinya. Suka sekali mengganggu kakaknya, namun jangan coba diganggu. Jika masih dalam batas wajar (menurut takarannya) ia masih bisa terima, kalau lebih…. Jeggggeeeerrrrr!!!! isi rumah serasa mau meledak. Tidak pandang bulu tua-muda, laki-perempuan, kenal-tidak dikenal, semua sama saja bisa mendapatkan porsi amukannya yang sama.

Namun dibalik sifatnya yang tempramental, Damian merupakan sosok yang penyayang. Dia dapat dipercaya untuk menjaga anak yang usianya jauh dibawahnya. Yang mengerankan kesabarannya serasa tak berujung dihadapan anak yang lebih kecil. Jiwa sosialnya juga tinggi, tidak pelit, dan selalu mau berbagi.

Bermain komputer merupakan suatu kegiatan yang paling sering dilakukannya bersama dengan sang kakak. Namun dia belum memiliki kemampuan seperti yang dimiliki kakaknya dalam hal bongkar pasang komputer. Rasanya sih kalau bongkar OK, tapi kalau pasang…. belum tentu bisa.

Anak yang selalu ceria ini (kalau tidak ada awan gelap di dalam hatinya) selalu menyemarakkan rumah kami. Dia memiliki banyak MOP (JOK) yang selalu diceritakan kepada kami. Soal fasion, hmmm Damian laksana model profesional. Pandai dalam bergaya, memilih pakaian, dan… nampaknya ia memiliki citarasa yang lumayan…

Terpujilah Engkau Tuhan, Allah yang kami sembah di dalam Kristus Yesus. Karena kepada kami telah Engkau titipkan anak yang baik untuk kami didik. Bantulah kami dalam mendidiknya, agar kelak ia dapat menjadi hamba-Mu dalam melayani sesamanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: