Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

Bagaswara Dei Gratia Lase

Bagaswara Dei Gratia Lase

Bagaswara Dei Gratia Lase

Bagaswara Dei Gratia Lase Bagaswara Dei Gratia, demikian nama anak pertama kami. Pada bulan ke-dua pernikahan kami, istri saya dinyatakan positif hamil oleh dokter Taufiq. Sama seperti calon orang tua lainnya, kehadirannya memberikan warna yang berbeda dalam kehidupan kami. Anehnya pada saat itu pula saya memperoleh keyakinan bahwa anak yang dikandung oleh istri saya adalah anak laki-laki. Bagaswara Dei Gratia, nama yang saya pilih hanya beberapa hari setelah mengetahui bahwa istri saya hamil. Pemilihan nama ini bukanlah tanpa alasan. Jika diperhatikan nama tersebut terdiri dari dua bahasa. “Bagaswara” diambil dari bahasa Sanksekerta yang berarti “Kabar Baik”, “Sehat”, “Suara yang baik”. Sedangkan “Dei Gratia” berasal dari bahasa Latin, yang berarti “Pemberian Tuhan”. Jadi arti dari nama tersebut adalah “Kabar Baik Pemberian Tuhan”. Sesuai dengan namanya, begitu pula harapan kami. Kami berharap ia dapat membawa Kabar Baik disetiap kehadirannya ditengah-tengah masyarakat.

Bagas demikan sapaannya, lahir di Bogor pada 7 Mei 1999 memiliki beberapa kesamaan dengan saya (yaah… buapaknya to…). Kami sama-sama memiliki kesenangan dengan berbagai perangkat yang mengandung unsur logam, sama usil-nya, sama iseng-nya, sama malas-nya, sama ngebos-nya, sama-sama menyukai binatang. Berdua dengannya rasanya dunia ini sepi, sebab kami saling mengetahui kebiasaan kami masing-masing sehingga kami dapat saling menjaga diri. Namun jika ada orang lain di antara kami…. kepala anda bisa pecah karena melihat keusilannya.

Dia memiliki suatu kemampuan yang tidak saya miliki, “CEPAT BELAJAR”. Kepadanya tidak pernah saya ajarkan bagaimana cara merakit komputer, namun dia selalu ada disamping saya ketika saya melakukannya. Diam dan tidak banyak bertanya, hanya memperhatikan saja. Pada saat saya melakukan perjalanan dinas ke kabupaten Nabire, saya menerima telepon darinya. “Pah… saya sudah menyelesaikan game El-Matador”. Saya terkejut ketika mendengar itu. Bukan karena dia dapat menyelesaikan game tersebut. Namun seingat saya sebelum saya berangkat ke Nabire, PC di rumah dalam keadaan berantakan semuanya berserakan di atas meja kerja saya. Memang saat itu komputer sedang saya bersihkan, namun rencana keberangkatan yang mendadak membuat saya tidak lagi melanjutkan untuk merakit kembali komputer saya. Ketika saya bertanya kepada istri saya tentang siapa yang merakit komputer, dengan enteng ia menjawab “ya… anakmu itu…”.

Sepulang dari Nabire, saya sengaja memintanya untuk membongkar dan merakitnya kembali. Ternyata dia memiliki kemampuan untuk itu. Kerjanya teliti, sabar, dan sangat berkonsentrasi. Hal-hal ini yang tidak saya miliki. Tidak mengherankan jika ia selalu berprestasi di sekolahnya. Ia pun rupanya sudah menjadi montir Tamiya adik dan teman-temannya.

Suatu ketika seorang siswa saya (siswa kelas x) bertanya kepada saya tentang bagaimana cara merangkaikan konsul komputer. Saya menjelaskan kepadanya, namun dia tidak dapat mengerti. Mungkin karena tidak langsung berhadapan dengan perangkatnya pikir saya. Kemudian saya memintanya untuk datang ke rumah saya, dan minta Bagas untuk mendemonstrasikan bagaimana cara merangkai konsul padanya. Awalnya siswa saya hanya tersenyum, karena pikirnya bagaimana mungkin siswa kelas 4 SD dapat melakukan hal tersebut. Beberapa saat kemudian siswa tersebut kembali menghadap saya dan mengatakan bahwa sekarang ia dapat melakukannya berkat bantuan Bagas. Ia terkagum-kagum akan kemampuan Bagas. Namun saya katakan kepadanya bahwa Bagas bisa karena itu adalah pekerjaan mudah.

Melihat kemampuannya itu mengingatkan saya pada saat kecil dulu. Tidak pernah awet mainan elektronik yang pernah diberikan/dibelikan oleh orang tua saya. Paling lama 1 hari, setelah itu sudah menjadi rongsokan karena dipereteli. Karena itu kepada saya ditempelkan predikat “PERUSAK”. Namun, tidak buat Bagas, predikat itu tidak pantas saya berikan kepadanya. Yang pantas adalah VVV (Vini Vidi Vici ; Lihat, Coba, dan Menang).

Terima kasih Tuhan, karena telah menitipkan kepada kami anak yang berbakat. Tuntunlah kami selaku orang tuanya agar dapat mengarahkannya menjadi orang yang berguna bagi orang lain, terlebih bagi Kemuliaan Nama-Mu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: