Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

About Me…

dsc_6414Terlahir dengan nama Ferdinando Lase, dari pasangan Yustinus Lase (ayah saya) dan Blandina Maria Theresia Dumatubun (ibu saya) pada Sabtu, 3 April 1971 di kota kecil Abepura Jayapura. Lahir dengan berat 4 kg menjadi anak pertama dari kedua pasangan yang berbahagia.
Sedikit agak aneh memang, melihat nama lengkap saya (seperti yang telah dipaparkan di atas) yang tidak relevan dengan nama panggilan/kecil saya Ferry.
Sebagian besar kehidupan ini saya habiskan di kota Jayapura. Pendidikan Taman Kanak-Kanak saya jalani di TK Bintang Kecil Abepura. Langsung ke kelas Nol Besar, karena (katanya sih) badan saya lebih besar dibandingkan dengan anak seusia saya.
Satu tahun di TK, melanjutkan ke SD YPPK Gembala Baik Abepura. Dengan harus pindah sekolah.
Pindah sekolah merupakan pilihan yang tepat karena jarak dari rumah ke SD Gembala Baik relative jauh. SD Negeri Kotaraja yang berjarak 300 m dari rumah menjadi pilihan kedua orang tua saya.
Saya mulai dapat menikmati pendidikan dengan baik sejak saat itu. Tahun 1984, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Abepura (kini SMP Negeri 2 Jayapura) hingga tahun 1987. SMA Negeri 1 Jayapura menjadi tempat berikut yang saya tuju untuk mencari ilmu.
Tahun 1990, dengan rejeki yang dimiliki oleh kedua orang tua, saya melanjutkan pendidikan ke STMIK Gunadarma Jakarta.
1995 memulai karir sebagai guru di Yayasan Pendidikan Katolik RICCI Jakarta hingga tahun 2002, kemudian kembali ke Jayapura.

Panggilan hidup untuk menjadi seorang guru ternyata semakin kuat terasa sekembalinya saya dari Jakarta. SMP YPK Diaspora Kotaraja merupakan sekolah pertama yang menggunakan tenaga saya sebagai guru kala itu. 3 bulan berlalu, tidak tampak adanya perhatian dari yayasan, memaksa saya untuk menerima tawaran yang lebih baik dari SMA YPPK Teruna Bakti. Namun pada saat yang bersamaan tawaran juga datang dari USTJ (Universitas Sience dan Teknologi Jayapura) sebagai Dosen Luar Biasa (DSB). Jadwal mengajar di USTJ yang dapat disesuaikan dengan jadwal saya di SMA YPPK Teruna Bakti memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat menyambar kedua peluang tersebut.

Status sebagai DSB pada USTJ saya jalani hingga tahun 2005. Selepas itu tawaran berikut datang dari SMA YPPK ASISI Sentani Kab. Jayapura. Satu tahun ajaran saya mengabdi di sekolah yang satu atap dengan SMA YPPK Teruna Bakti. Tahun 2006-2007 tenaga saya juga dibutuhkan oleh SMP YPPK St. Paulus Abepura. Sehubungan dengan semakin padatnya jadwal mengajar di SMA Teruna Bakti, dengan terpaksa pengabdian di SMP St. Paulus harus saya hentikan.

Beberapa pelatihan yang berhubungan dengan dunia pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah hingga tingkat nasional pernah saya ikuti. Pelatihan terakhir dilaksanakan oleh Pustekkom yang diselenggarakan di Jakarta telah menjadikan saya sebagai Master Trainer Intel Teach. Namun status saya sebagai MT Intel Teach hingga kini belum saya manfaatkan, justru sebaliknya oleh dep. Pendidikan dan Pengajaran Prop. Papua telah memanfaatkan tenaga saya sebagai penatar untuk memberikan pelatihan pemanfaatan IT dalam pembelajaran.

Menikah dengan Maria Regina Lian (Tjia Lie Lian) pada 5 Mei 1998 di Bogor. Pernikahan kami telah membuahkan 2 orang putra. Putra pertama kami Bagaswara Dei Gratia Lase lahir di Bogor pada 7 Maret 1999, sedangkan Damian Desmonda Lase lahir pada 11 Desember 2000 di kota yang sama. Keduanya kini bersekolah di SD Inpres Bertingkat Perumnas I Waena Jayapura duduk di kelas III dan I.

Nama Maria Regina memang baru saja disandangnya beberapa tahun. Maria Regina berarti Ratu Maria, sebuah nama yang diberikan oleh Sr. Siannette mantan Kepala Sekolah SMA YPPK Teruna Bakti. Bagaswara Dei Gratia berarti kabar baik pemberian Tuhan. Bagaswara sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, sedangkan Dei Gratia dicomot dari bahasa Latin. Damian Desmonda, Damian kami ambil dari nama seorang martir yang telah mengabdikan dirinya bagi para penderita kusta hingga akhirnya ia terjangkit kusta dan mati diantara para penderita kusta lainnya. Desmonda berarti anak kesayangan Tuhan. Entah berasal dari bahasa apa kata tersebut.

Iklan

25 Tanggapan to “About Me…”

  1. joice said

    Ckckck… penuh makna dan filosofi…
    apa ntar kalo gw punya anak, ta’ dicariin filosofinya juga ya?
    hohohoho…

  2. Nancy said

    Weeekk…..
    Pajang benar pak sejarah hidupnya….
    Bisa dibuat cerita novel tuh……..!!!!!!!!!!
    hehehe….

  3. melkior sitokdana said

    mat natal n tahun baru pak guru. saya sangat berterimah kasih karena atas jasaMu di SMA ASISI saya bisa kuliah di teknik informatika di univ kristen satya wacana salatiga jateng. Sukses selalu Tuhan memberkatiMU

  4. binoracom said

    1. Terima Kasih menyempatkan menengok blog kami, semoga bermanfaaat bagi putra anda .
    2. Blog anda bagus jadi ingin belajar meniru, boleh khan ?

  5. Privida Kristiono said

    Saya jadi teringat dengan kawan sekelas saya dulu
    Filipus Dumatubun di SMP Negeri I Dok 5 Jayapura.
    Kami lulus tahun 1979. Setelah itu saya meneruskan SMA di Malang Jawa Timur.

    Apakah anda mengenalnya ? kira-kira dimanakah dia sekarang ?

    Salam.

  6. Ya’ahowu,…….Talifuso smoga sukses dan maju trus jadi berkat di papua, Tuhan memberkati.

  7. dortheis said

    pak guru paling ganteng yang perna hidup………

    pak Very…

    bagaimana kabarnya pak?

    semoga sehat sehat selalu…

    supaya bisa urus osis dengan baik………

  8. Usman Mebri, ST said

    Sebuah perjalan hidup yang penuh rahasia, dan diketahui setelah dijalani, semoga Tuhan memberkatimu

  9. yudi puji riayati said

    hallo… masih ingat saya ?? salam saya untuk keluarga oma / opa lase di jayapura
    ” hmmmm… nice blog… ”

    “laurens salfrado wife’s”

  10. syaiful said

    mampir ya.

  11. trima kasih atas kunjungannya,,
    sering xx ya pak

  12. edison said

    Permisi…dulu sebelumnya…saya baru saja mengunjungi blog ini, dan saya sangat mengapresiasi semua tulisan ini…dengan harapan ilmu dan pengalaman bapak akan terus bertambah dan mengalir bagi kemajuan papua untuk hari esok yang lebih baik….selamat bekerja dan mengabdi ..salam buat keluarga…..(www.maykoedison.wordpress.com)

  13. Yessy said

    Pak Ferry, apa kabar?? hehe seneng jg ketemu bpk di sini, padahal lagi nyari tau kenapa router d link DIR-300 keputus tiap beberapa menit sekali.. eh di google ada komentar bpk yang senasib ama saya, hoho, trus kok berasa kenal ama namanya, kan jarang2, ternyata bener ga salah orang.

    hhehe… oh iye ini yessy bekas murid bpk di ricci, mungkin bpk ga inget ama saya, tapi saya selalu inget ama guru2 saya.

  14. Suwarno said

    Hi. pakabar pak ferry, sudah lama kita tdk jumpa, tapi rasanya baru baru kemarin kita berpisah. Kapan main ke Jakarta lagi, jangan lupa mampir ke Ricci, teman2 SMP pada kangen. Masih segar dalam ingatan kami ketika kita retret bersama, bercanda bersenda gurau.

    • Ferdinando Lase said

      Yang terhormat Pak Warno,

      Sungguh suatu kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Saya bisa seperti sekarang karena telah belajar di tempat dan pada teman-teman yang tepat. Apa yang pernah saya dapatkan di sana selalu saya terapkan di tempat saya mengajar sekarang. Awalnya saya mendapatkan penolakan pak, “Itu di Jakarta pak, tidak bisa kita pakai di Papua”. “Anak Jakarta berbeda dengan Papua lho pak!!!”. Kalimat-kalimat itu sering saya dapatkan bila menyarankan agar kita bisa menegakan disiplin disekolah kami seperti di RICCI. Namun puji TUHAN, sekarang semuanya bisa diterima…

      Setiap kali saya melihat meja pimpong di sekolah kami, saya selalu teringat dengan pak Warno. Saya banyak belajar dari bapak ttg bagaimana bermain yang baik dan benar. Masih segar dalam ingatan saya, bermain bersama dengan bapak tanpa mengenakan pakaian olah raga. Akhirnya… pulang ke bogor dalam keadaan basah kuyup deh….

      Saya tidak pernah melupakan RICCI pak, apalagi kalau sempat ke Jakarta… Saya pasti mampir….
      Sampaikan salam hormat saya kepada seluruh teman-teman di SMP RICCI I Jakarta. TUHAN memberkati bapak dan keluarga…

  15. Djoko NR said

    Waduh! Ini pak ferdinando Lase beneran ya? Alias pak fery itu? Wah, apa kabar pak? Masih ingat ya dengan saya,djoko nugroho (tapi saya sudah sejak 2003 tidak mengajar di SMA ricci lagi pak).Ini tadi saya iseng-iseng buka websitenya ricci, lha kok malah ketemu blognya pak fery….rasanya seperti dapat bimbingan Tuhan (cie…)menuju blog ini. Kalau ada acara ke jakarta silahkan “pinarak” ke rumah pak. Selamat beraktivitas,semoga sukses dalam karir, dan salam untuk keluarga pak fery.

  16. Agustinus said

    Membaca nama Kotaraja, saya langsung teringat kenangan ketika saya menimba ilmu di SMP YPK Kotaraja sejak awal tahun 1967 sampai lulus pada akhir tahun 1969. Selama sekolah saya tinggal di Asrama bersama teman-teman dari semua pelosok Papua.
    Sebagai tanda kerinduan kepada masa pendidikan waktu di Kotaraja, saya menyempatkan memberikan Ceramah Motivasi kepada Siswa dan Guru-Guru di SMU YPK Kotaraja pada tahun 2007.
    Suasana di Kotaraja sudah sangat lain dengan masa kami sekolah dulu. Waktu itu keadaan Kotaraja masih sangat alami dengan hutan yang masih rimbun. Burung-burung Nuri dan burung Taun masih sering datang bertengger dan bermain dengan ramainya di pepohonan sekitar sekolah.
    Jalan dari kompleks kearah luar ke “mata jalan” sejauh hampir 2 Km hanya ada 2 rumah panggung sederhana. Benar-benar kompleks pendidikan Kotaraja di design untuk memungkinkan siswa/i belajar dengan sedikit mungkin gangguan dari luar.
    Salam, lain kali bisa sharing pengalaman masa lalu di Kotaraja.

  17. asep said

    rindu tuk kembali ke SMA TARUNA BHAKTI semua kenangan indah yg tak kan terlupakan terima kasih pa GURU

  18. mukti wibowo (bowo) said

    Apa kabar sobat? masih ingat kan kita makan indomie bareng, main gitar bareng di tempat kost? bahkan kau tdk segan menemani ku saat aku harus bangun jam 3 pagi untuk makan sahur, krn esoknya bulan puasa..hobby kitapun sama, yakni sepakbola, kita pun mencintai Tim yang sama yakni “Der Panzer” Jerman, apa kabar ferry? Yaa..gw bowo fer, teman kost dulu di Depok, hampir 15 tahun kita tdk bertemu, entah mengapa tiba2 saja gw teringat akan ferry, semoga suatu hari Tuhan akan mempertemukan kita ya fer..ternyata kau sdh jauh kembali ke tanah kelahiranmu di Jayapura, Selamat berjuang teman, semoga cepat kita bertemu lagi..(bowo & desi)

    • Ferdinando Lase said

      Mukti Wibowo… bagaimana bisa lupa???
      Bagaimana kabarmu dan Desi? Sudah punya anak berapa om?

      • mukti wibowo (bowo) said

        kabar baik fer..anak baru 1 lucky2, umur 9 tahun, kelas 3sd, hobby futsal, moga bisa main di MU academy,..desi baik juga, sdg hamil 7 bulan, lucky2 lagi (kata dokter)..kangen neh, kpn ke jakarta? kita makan indomie lagi di warung ade, hehehehe…

  19. arhan yunus said

    Hello ade,lama juga tidak jumpa sejak lepas dari smansa,saya di timika dan ada keluarga ade yang kerja di timika, kami sering ketemu, nah kebetulan saya lihat blog ade, bagus sekali jadi ingat masa sekolah dulu, apalagi photo – photonya ok banget, lama sih tidak balik ke jayapura,soo saya mapir bila ke jayapura.

  20. railondi said

    Motifator hebat yang mengajar murid untuk belajar, memahami dan menikmati. Andai semua guru memiliki kecintaan akan seni mengajar dan membuat orang lain memahami ilmu seperti anda. Salut

  21. Cakluk said

    Apakabar boss?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: