Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

2012 yang FENOMENAL

Posted by Ferdinando Lase pada November 21, 2009

Kiamat seperti yang telah diramalkan akan memusnahkan peradaban manusia oleh suku Maya ribuan tahun lalu oleh Sutradara Roland Emmerich divisualisasikan melalui sebuah drama yang menegangkan.  Dalam film tersebut Emmerich menggambarkan bahwa asal mula terjadinya bencana adalah akibat dari tabrakan benda asing yang ukurannya sangat besar dengan bumi. Akibat tabrakan tersebut menimbulkan bencara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Gelombang tsunami setinggi ratusan meter menghantam kota New York, gempa bumi yang maha dasyat meluluhlantahkan Basilica St. Petrus tempat kediaman pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia, hingga patung Yesus Sang Penebus di Brasil hancur berkeping-keping.

Drama yang berdurasi kurang lebih 3 jam ini mampu menyedot perhatian dunia termasuk Indonesia. Bayangkan, selama penayangannya (yang hanya terhitung dalam beberapa hari saja) bioskop-bioskop ternama di kota-kota besar Indonesia dibanjiri penonton hingga kasus besar Buaya Vs Cicak sempat terlupakan. Apa sebenarnya yang menarik dari film ini? Menurut hemat saya terdapat dua alasan film ini diminati oleh para penonton. Yang pertama adalah Roland Emmerich sang sutradara mencoba memenuhi rasa penasaran penonton tentang apa yang bakal terjadi ketika kiamat itu datang secara visual. Sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan melalui kata-kata oleh orang tua kepada anaknya hingga para pemuka agama kepada umatnya. Yang kedua adalah pemanfaatan teknologi digital yang dimanfaatkan sang sutradara sudah pasti menjadi perhatian dari pada sineas dan penikmat dunia digital di Indonesia.

Sayang seribu sayang, film fenomenal itu ditentang oleh MUI Kabupaten Malang. Alasan pelarangan tersebut karena film tersebut bertentangan dengan ajaran agama. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi, kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi, maka bisa menyesatkan,” kata Ketua MUI Kabupaten Malang KH Mahmud Zubaidi di Malang, Senin (16/11) (http://oase.kompas.com/read/xml/2009/11/20/04004038%20/nilai-nilai.moral.dalam.film.quot2012quot). Pernyataan yang ditindak lanjuti dengan pelarangan ditayangkannya film tersebut oleh MUI menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Benar bahwa kiamat yang diceritakan dalam film tersebut akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012 seperti yang “diyakini” oleh suku bangsa Maya ribuan tahun yang lalu. Ini berbeda dengan keyakinan kita bahwa kiamat merupakan rahasia ILAHI yang hanya diketahui oleh TUHAN.  Menurut saya kekhawatiran para petinggi MUI ini sangat berlebihan. Bahwa sebuah cerita dapat membentuk opini masyarakat benar adanya, namun tidak untuk “film 2012”. Masyarakat Indonesia yang begitu religius tidak akan mudah percaya dengan keyakinan suku Maya yang belum mengenal TUHAN. Masyarakat Indonesia paham benar bahwa kiamat itu hanya TUHAN yang tahu, tidak ada seorang pun yang tahu. Sementara para peramal bangsa Maya yang meramalkan bahwa kiamat akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012 sama dengan kita manusia yang hidup di jaman modern. Mereka bukan malaikat, apalagi TUHAN. Jadi bagaimana mungkin mereka dapat menentukan kiamat akan terjadi pada 2012?

Menurut saya film 2012 tidak lebih dari sebuah karya seni yang fenomenal, sebuah karya besar dipenghujung tahun 2009. Dengan menyaksikannya orang akan terkagum-kagum dengan teknologi yang digunakan dalam pembuatan film itu. Penonton pun dapat tersadar dan kembali merefleksikan dirinya tentang perbuatan-perbuatannya karena telah diingatkan melalui film ini dan akhirnya akan ada usaha untuk mendekatkan diri kepada TUHAN, setelah melihat kuasa-NYA melalui film 2012. Ketakukan dan kekhawatiran masyarakat akibat dari menyaksikan film ini menggambarkan “ketidaksiapannya” terhadap datangnya kiamat.

Pelarangan ini akan menjadi bahan tertawaan bangsa lain, yang menilai bahwa iman orang Indonesia hanyalah secetek kubangan kecil di tengah jalan aspal. Bangsa Indonesia ditertawakan karena para pemuka agamanya tidak berhasil memupuk iman umatnya, padahal bangsa ini adalah bangsa yang religius dan ternyata masyarakat Indonesia sangat mudah dipengaruhi oleh cerita-cerita fiktif belaka. Sebaiknya film-film yang dilarang penayangannya adalah film-film produksi bangsa sendiri yang lebih banyak menceritakan tentang berbagai jenis setan yang memamerkan tubuh sexy pemerannya.

Iklan

3 Tanggapan to “2012 yang FENOMENAL”

  1. Ferdinando Lase said

    Setelah menyaksikan film 2012, saya berpendapat bahwa film tersebut sama sekali tidak menceritakan tentang “KIAMAT”. Mengapa demikian? Film tersebut tidak menggambarkan sebuah keadaan akhir jaman, hanya saja sebuah “bencana besar” yang menimpa bumi. Hal ini tercermin dari bagian akhir cerita film 2012 yang menggambarkan sejumlah besar manusia dan hewan yang selamat dan terangkut dalam beberapa buah kapal yang sangat besar.
    Jika memang demikian, mustinya tak seorangpun dapat lolos dari penghakiman-NYA.

    • sorry pak, bisa saja yang selamat itu sudah ditakdirkan
      untuk selamat. dan orang-orang yang meninggal itu sudah ditakdirkan untuk kiamat (tiada).
      dan film yang dibuat juga untuk menggambarkan kepada dunia bahwa “kiamat itu sudah dekat”. itulah yang mau di katakan kepada dunia lewat film 2012 tersebut.
      begitu menurut saya pak.

      • Ferdinando Lase said

        Dear Yumip Uropmabin.

        Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Anda untuk meluangkan waktu mengunjungi dan mengomentari tulisan saya. Dan Anda tidak perlu untuk meminta maaf agar dapat menyampaikan pendapat dan pandangan Anda, karena tidak ada yang salah. Apa yang saya tuliskan dalam artikel tersebut adalah buah dari pandangan saya tentang arti Kiamat. Namun jika Anda punya pendapat yang berbeda, itu sah-sah sajakan…
        Syaloom…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: