Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

Nostalgia Guru dan Murid

Posted by Ferdinando Lase pada Agustus 26, 2009

Nostalgia

Nostalgia

Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional SMA/MA 20 – 24 April 2009 membawa kesan tersendiri bagi saya. SK Penugasan yang saya terima dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura menempatkan saya sebagai Guru Pengawas Silang di SMA Negeri 1 Jayapura. Senang bukan kepalang ketika mengetahui penempatan saya, karena sekolah itu adalah tempat bagi saya dan teman-teman bersekolah dahulu.

Bukan hanya itu saja tetapi mement ini menjadi ajang untuk bernostalgia antara para guru dan murid. Yah… beberapa orang guru kami saat itu sampai sekarang masih aktif mengajar hingga kini. Kebahagiaan ini langsung saya dapatkan ketika saya memarkirkan Honda Vario hitam-putih saya di halaman parkir. “Selamat pagi Ferry….”, suara yang tidak asing di telinga saya itu datang dari ibu Rumbino guru sejarah saya saat itu.

Surprise… beliau masih mengingat saya. Tidak hanya sampai disitu saja, ketika saya melangkah masuk ke dalam ruang guru tepat di depan pintu masuk saya dihadang oleh bapak Saragih. Beliau pernah mengajarkan mata pelajaran biologi ketika saya masih duduk dibangku SMA kelas 1. Selanjutnya… ada banyak surprise yang saya dapatkan pada hari pertama.

Eka

Eka

Duduk di seberang deretan bangku kami terlihat ibu Horiyette Sokoy, S.Si (kakak kelas kami saat itu) melambaikan tangannya kepada saya. Tepat disebelah kirinya ibu Euneke Takayeitou, S.Pd (teman seangkatan kami yang biasa kami panggil Eka) tidak hanya melambaikan tangannya saja tetapi juga meneriaki saya, “Pace… ko kemana saja baru kelihatan?”.

Satu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya adalah duduk bersama dengan mereka di depan kelas sebagai pengawas ruang ujian. “Selamat pagi Pak…”, salam yang diucapkan oleh para murid sempat membuat perasaan saya membumbung tinggi ke langit. Waktu saya masih bersekolah dulu kalimat itu biasanya saya ucapkan buat mereka para guru. Tapi sekarang, kepada saya dan guru saya ucapan itu ditujukan.

Kenangan saya akan masa sekolah dulu sering membuat saya melamun ketika sedang berada di dalam ruang kelas. Berulang kali saya ditugur oleh pak Vincent (ketika kami berdua bertugas) karena melamun. Sayang, sudah begitu banyak perubahan fisik yang terjadi di sekolah itu. Hanya sedikit bangunan lama yang tersisa, diantaranya adalah ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha, lab Kimia, serta 3 ruang kelas di bagian atas ruang guru. Sementara 2 buah kantin yang biasanya dijadikan tempat mangkal kami dahulu telah hilang tanpa jejak.

Bangunan fisik boleh saja berubah, namun hati ini tidak dapat berbohong bahwa kami bisa seperti sekarang karena dari sanalah kami ditempa oleh para guru yang masih mengingat kami dengan baik.

Ibu Girsang

Ibu Girsang

Pak Saragih

Pak Saragih

Terpujilah Engkau Tuhan Allah penguasa alam semesta, karena telah Engkau berikan kepada kami guru-guru yang baik hati dan selalu mengingat kami. Maafkan salah kami karena sering melupakan jasa-jasa mereka terhadap diri kami. Kami mohon berkatilah mereka dan sertailah mereka selalu disetiap langkahnya, serta ajarilah pula kami agar selalu rendah hati seperti yang telah mereka tunjukkan kepada kami. AMIN.

Iklan

2 Tanggapan to “Nostalgia Guru dan Murid”

  1. eva said

    hae….’pagi pak guru’…. pasti bikin melambung k langit ketujuh.

  2. Adolf said

    Saya juga alumni SMA I Jayapura tahun 1995.Sekarang tinggal dan kerja di Denpasar Bali.Thank you for all teacher.Maju terus,semoga terus berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: