Ferdinando Lase's Weblog

Just a little things about me…

Sebuah Perenungan

Posted by Ferdinando Lase pada Mei 13, 2009

Mother Theresa

Mother Theresa

CINTA ALLAH KEPADA KITA DAN CINTA KITA KEPADA ALLAH

Cinta Allah itu tidak terbatas. Cinta itu tidak dapat diukur, dan dalamnya tidak dapat diduga. Cinta itu ditunjukkan dengan kehidupan dan kematian-Nya.

Karena begitu besar cinta Allah kepada dunia hingga Ia memberikan Putra tunggal-Nya“.

Allah mencintai kita dengan cinta yang begitu lembut.

Aku telah memanggil engkau dengan namamu sendiri, engkau adalah milik-Ku”. “Berdiamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah”.

Allah menghendaki kita untuk hening agar dapat menemukan Dia. Dalam keheningan hati, Allah berbicara pada kita. Padasaat hatimu gelisah, saat hatimu terluka, saat hatimu seperti hancur – kemudian ingatlah, “Aku sangat berharga dihadapan Dia“. Dia mencintai aku. Dia telah memanggil aku dengan namaku. Aku adalah milik-Nya. Dia mencintai aku. Allah mencintai aku. Dan untuk membuktikan cinta-Nya itu Dia rela mati di kayu salib.

Aku percaya bahwa setiap kali kita berdoa Bapa Kami, Allah melihat tangan-Nya, karena disanalah kita telah terukir – “Aku telah mengukirmu di telapak tangan-Ku” – Dia melihat tangan-Nya dan Dia melihat kita di sana. Betapa mengagumkan kelembutan dan cinta Allah yang agung.

Allah mencintai kita.

Sabda-Nya – “Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Aku-lah yang memilih kamu“. Kita ini milik-Nya.

Melihat betapa pentingnya kita di mata-Nya, tak seorangpun bisa memanjakan kita seperti Allah memanjakan kita. Tahukah kita bahwa anugrah-anugrah-Nya yang mengagumkan diberikan kepada kita secara cuma-cuma? ….. kita semua tahu – apa yang akan terjadi seandainya Allah meminta bayaran untuk setiap mata yang telah Dia berikan pada kita? Dal lagi, kita tidak usah membayar oksigen yang membuat kita terus bernapas dan hidup.

Allah menciptakan kita demi hal-hal yang besar. Kita diciptakan agar saling mencintai dan dicintai, untuk memberikan cinta dan kelembutan kepada sesama seperti yang telah Dia lakukan untuk kita.

Pekerjaan yang kita lakukan tidak lain adalah alat yang dapat mentransformasikan cinta kita kepada kristus sehingga menjadi sesuatu yang konkret

Kepedulian kita akan juwa-jiwa yang lapar dan haus akan pendidikan, pengetahuian merupakan akibat dan bukti cinta sejari kepada Allah. Kalau kita benar-benar mencintai Allah dengan seluruh kekuatan cinta kita, mari kita wujudkan dalam perbuatan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dari kemiskinan dan kebodohan dan ini suatu perbuatan yang indah di mata Tuhan.

“Engkau mungkin terlalu lelah dengan pekerjaanmu, bahkan membunuh dirimu sendiri karenanya, tetapi jika tidak berkaitan erat dengan cinta, pekerjaanmu itu tidak ada gunanya”


Ingat!!!

Satu lah yang penting adalah kukan seberapa banyak perbuatan yang telah kita selesaikan, melainkan seberapa banyak cinta yang telah kita tuangkan didalam perbuatan kita setiap hari. Itulah ukuran cinta kita kepada Allah. Amin.

Iklan

Satu Tanggapan to “Sebuah Perenungan”

  1. ruland said

    Salam Pak, udah baca yang disini? http://pondokrenungan.com/teresa/index.php… sangat menarik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: