Ferdinando Lase’s Weblog

Just a little things about me…

Curhat TPI tidak Mendidik

Ditulis oleh Ferdinando Lase di/pada Mei 25, 2009

Makin Ancur Aja...

Makin Ancur Aja...

Menontoh siaran televisi sekarang rasanya semakin memprihatinkan saja. Tayangan yang ditawarkan pada saat prime time sungguh tidak layak untuk disaksikan oleh masyarakat terlebih anak-anak.

Salah satu program yang ditayangkan oleh TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) Curhat yang dipandu oleh Anjasmara menampilkan beberapa orang yang terlibat dalam konflik pribadi untuk dikonfrontasi satu dengan lainnya. Selain itu kehadapan mereka dihadirkan pula saksi.

Selama acara berlansung, banyak sekali terlontar kata-kata yang tidak pantas untuk diperdengarkan dari mereka yang terlibat didalamnya. Tidak cukup hanya dengan kata-kata, tindakan-tindakan kekerasan kerap mereka pertontonkan. Apa yang dapat dibuat oleh Anjasmara jika tindakan-tindakan kekerasan itu terjadi? Anjasmara hanya dapat berdiri diantara mereka yang berseteru sambil berteriak-teriak untuk meminta mereka agar tenang. Ketegangan yang ditawarkan dalam acara ini sering dihiasi oleh teriakan-teriakan para penonton yang hadir dalam studio.

Jika waktu tayang telah mencapai puncaknya, Anjasmara pun menutup acara. Tragisnya tidak ada penyelesaian dari kasus yang mereka hadapi. Bagaimana bisa terselesaikan kalau setiap orang yang bersengketa tetap pada pendiriannya masing-masing, tidak ada niat baik dari mereka untuk menyelesaikan masalah, terlebih sang pembawa acara tidak punya kapasitas untuk menyelesaikan masalah mereka saja.

Hemat saya program tersebut tidak lebih dari sebuah program yang mempertontonkan aib orang lain untuk dikonsumsi oleh umum.  Selain itu pula memberikan pendidikan ‘kekerasan’ terhadap anak-anak. Mungkin slogan TPI makin asik aja sudah harus diganti dengan TPI makin ancur aja……

6 Tanggapan ke “Curhat TPI tidak Mendidik”

  1. engeldvh berkata

    Wah….bener tuh bos, sama aja kayak acara termehek-mehek di Trans TV!! Ngibuli abis….gak mendidik!! :-)
    http://engeldvh.wordpress.com

  2. leoni768 berkata

    setuju..!
    acara itu gak ada penyelesaiannya..jd percuma aja di tayangkan dan gak ada gunanya juga ditayangkan…

  3. emilia berkata

    setuju pak..!
    banyak unsur kekerasan..en gak mendidik..
    oia, bgmna tanggapan bapak ttg kasus prita mulyasari..?

  4. Dayu berkata

    loh…loh;;;; kok komentar yang pro ngak ada?

  5. FATIH berkata

    TPI (televsi pendidikan indonesia)
    bisa jadi pendidikan di indonesia seperti gambaran di acara curhat tpi, itu MENURUT PENGELOLA TPI TENTUNYA. So saya harap bagi teman teman yang bisa menghentikan acara tersebut dengan tidak mengakibatkan tindak kriminalitas saya ucapkan beribu terimakasih
    buat anjasmara yang merupakan seorang muslim dan sudah mempunyai ehidupan mapan semoga anda dapat memilah pekerjaan yang pantas dan baik manfaatnya terhadap orang banyak serta keluarga anda terlebih buat diri anda sendiri. amiiiiiiiiin

  6. Krismana berkata

    Curhat, termehek-mehek…dan acara sejenis lainnya dibeberapa stasiun televisi sudah jelas-jelas (buat saya pribadi entah untuk yang lain) tidak “menghibur” apalagi “mendidik” masyarakat, tapi mengapa “yang berwenang” tidak bisa bertindak tegas..? Ada apa dengan antara produser, stasiun TV, LSI dan LPI..? apa perlu Presiden yang turun tangan nih..? (bisa gak doi)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>